Sabtu, 20 Juli 2013

The One

Guys, Sore ini dingin, karena diluar lagi hujan :D Daripada bengong, lebih baik kita sharing di Blog yah.. Hehehe... Ehm, Bicara soal Favorite Song, kalian pasti masing-masing punya lagu kesukaan kan, baik itu lagu Rohani, lagu Rock, lagu Pop, lagu korea atau apapun jenis musiknya, kita pasti memiliki selera yang unik satu sama lain. Nah, membahas soal lagu favorite, saya memiliki satu lagu yang agak 'jadul' tetapi unik dan easy listening. Untuk kalian yang lahir ditahun 90an pasti pernah mendengar lagu yang kurang lebih liriknya seperti ini : "Close your eyes, give me your hand darling, do you feel my heart beating, do you understand..."

Lagu yang judulnya Eternal Flame (by Atomic Kitchen) tersebut merupakan lagu yang populer dan sangat fenomenal saat itu. Meskipun saat ini sedikit orang yang mengenal, namun bagi saya lagu itu memiliki makna tersendiri dan yeah, I love that song so much.. :)
Bicara soal musik, lagu dan sejenisnya, saya akan sedikit membahas mengenai salah satu lagu favorite saya selain Eternal Flame itu. Judul lagunya adalah The One, penyanyi pastinya saya kurang tahu karena ada beberapa versi. Saya menyukai lagu itu sudah sejak 7 tahun yang lalu dan sampai saat ini saya masi sering mendengarkan lagu tersebut. karena saya menyukainya, saya ingin berbagi dengan kalian semua, lirik dari lagu ini akan saya share di akhir postingan ini. kurang lebih, lagu ini bercerita tentang seseorang yang Jatuh Cinta pada pandangan pertamanya, meskipun orang tersebut tidak melakukan apapun untuk membuat orang ini jatuh cinta. Terkadang dalam hidup, kita merasa bingung akan segala sesuatu yang terjadi diluar pikiran kita, diluar kendali kita dan bahkan diluar akal sehat kita.

Terkadang kita merasa suatu hal tidak mungkin terjadi, contohnya : kita merasa tidak akan menyukai si A, namun seiring dengan berjalannya waktu, kita bahkan tidak menyadari kapan perasaan itu muncul, saat kita menyadarinya kita sudah terlanjur jatuh cinta dengan orang tersebut dan kita tidak tahu cara menghentikannya. hidup ini memiliki begitu banyak misteri dan keajaiban. Kita beruntung apabila kita mencintai seseorang dan orang tersebut juga ternyata memiliki perasaan yang sama. Namun tidak semua orang memiliki jalan hidup dan keberuntungan yang sama seperti kita. ada beberapa orang yang bahkan harus memendam perasaannya dalam-dalam supaya tidak diketahui oleh orang lain, mungkin orang tersebut adalah sahabatnya sendiri, sehingga dia takut merusak persahabatan yang sudah berjalan dan dia takut akan adanya penolakan dari sang sahabat. Setiap orang memiliki jalan hidup dan masalahnya sendiri.

Satu hal yang perlu kita semua renungkan adalah : Disaat kita merasakan bahwa kita mencintai seseorang, sebaiknya jangan terburu-buru memutuskan bahwa itu adalah Cinta, karena perbedaan antara Cinta dan Sayang itu tipis. Ketika kita menyayangi seseorang, maka kita tidak akan rela kehilangan dia, kita akan begitu menjaga dia dan kita memiliki alasan mengapa kita begitu menyayanginya, mungkin karena orang itu begitu baik, lembut, perhatian, dan sebagainya. Namun Cinta tidaklah seperti itu, saat kita benar-benar mencintai seseorang, kita bahkan tidak sempat memikirkan perasaan kita sendiri, kita terlalu disibukkan dengan pikiran "dia gimana ya" atau "dia udah makan belum ya" atau pikiran2 lain yang semuanya adalah tentang pasangan kita. Kita siap kehilangan dia, bukan berarti kita tidak mencintainya, namun karena kita menyadari bahwa dia JAUH LEBIH BAIK tanpa kita dan kita rela melepasnya karena kita tahu itu yang terbaik untuk dia (bahkan kita masih memikirkan tentang apa yang terbaik untuk dia) dan satu hal terakhir yang ingin saya bagikan adalah :

Disaat kita mencintai seseorang, kita tidak mempunyai SATU pun alasan mengapa kita mencintai dia. Karena bagi saya, CINTA itu tanpa ALASAN, karena cinta itu bukan matematika yang membutuhkan jawaban, Cinta tidak membutuhkan penjelasan maupun alasan apapun. Cinta ya Cinta, saat dimana kita takut kehilangan seseorang namun disaat yang bersamaan pula kita merelakan dia pergi apabila memang dia lebih baik tanpa kita. :)


Sekian yaa share sore dari saya, Semoga bisa menjadi bahan renungan untuk semuanya, dan satu lagi share tentang lirik lagu The One by Lee So Jung yaaa.. (Soundtrack RF Online)

When, I saw you for the first time
I knew you were the one.
You didn't say a word to me.
But love, was in the air.

Then you held my hand
Pulled me into your world
From then on my life
Has changed for me

Now I'll never feel lonely again
Coz you are in my life...

Love...
How can I explain to you
The way I feel inside when I think of you..
I thank you for everything that you showed me.
Don't you ever forget that I love you.
Love, I know that someday real soon
You'll be right next to me.
Holding me so tight.
So I will always be yours.
Although we can't be together now.
Remember I am here for you.

And I know you're there for me.
Whenever I want to be with you
I just close my eyes and pretend you're near
I see you, I touch you, I feel you, like real

Nothing can ever change what I feel inside.

How long must I be far away from you?
I don't know dear, but I know we are One...

Jumat, 19 Juli 2013

Vanessa Mae

A.              Biografi
-          Nama lengkap : Vanessa Mae Vanakorn Nichloson
-          Nama panggilan : Vanessa Mae
-          Kebangsaan : British
-          Orang tua :
1.      Ayah : Varaprong Vanakorn  kebangsaan Thailand
2.      Ibu : Pamela Tan kebangsaan China
-          Tempat,tanggal lahir : Singapure,27 oktober 1978
-          Tempat tinggal : Kensington,London
-          Hobbi : Ski air, membaca,kuliner dan ice skatting
-          Warna favorite  : Ungu tua
-          Makanan favorite : coklat
-          Minuman favorite : orange juice
-          Buku favorite : karya Gabriel Garcia Marquez
-          Film favorite : The jungle book
-          Aktor favorite :  Humphrey Bogart
-          Moment yang tidak terlupakan : Tampil di festival rock  dan ulang tahun ke 18.


B.               Siapakah Vanessa Mae
            Vanessa-Mae adalah seorang pemain violin yang sangat berbakat yang sudah melalui berbagai macam rangkaian tour panjang dengan jadwal yang sangat padat. Vanessa bisa menggabungkan bakatnya dalam bernyanyi dan bermain music dalam satu konser dengan luar biasa bagusnya selama kurang lebih 3jam. Dalam tur dunia terakhir nya saja, dia tampil di lebih dari 250 kota di 35 negara, Tidak puas dengan tampil di beberapa konser paling terkenal di dunia tempat ini, Vanessa-Mae selalu membawa musik ke tempat-tempat baru dan orang baru.
            Dia adalah satu-satunya artis asing yang diundang untuk tampil pada saat penyatuan kembali Hong Kong ke China pada tengah malam pada 30 Juni-1 Juli, membuat terakhir artis non-Cina ini tampil di Hong Kong di bawah pemerintahan Inggris serta yang pertama di bawah kekuasaan Cina.
            Dia kembali baru-baru ini untuk tampil di Madison Avenue, mengikuti tur konser yang sukses lebih tempat konser konvensional di antaranya pertunjukan Ground-melanggar di Perancis termasuk konser pertama kalinya dipentaskan pada Trocadero di Paris, dengan Menara Eiffel sebagai latar belakang, dan penampilan tamu di Konferensi G7 untuk 150.000 orang di mana dia akan menampilkan pertunjukan, dengan banyak media pers yang menyorotnya. Dia baru-baru ini menjadi artis internasional pertama yang mengunjungi Township Soweto di Afrika Selatan dengan undangan, dan pertemuan bermain dengan anak-anak dari sebuah sekolah musik lokal.
            Keyakinannya teguh dalam memecahkan hambatan dengan musik telah memenangkan audiens yang setia dari segala usia dan ras. Pada tahun 1997 ia memberikan konser pertama kalinya di danau beku terkenal dari St.Moritz, delta-meluncur turun dari 2400m untuk membuat pintu masuk spektakuler.  Pada bulan April 1998 dia melakukan sebuah konser eksklusif di Istana Buckingham HM The Queen dan 26 kepala negara dari Eropa dan Asia untuk menandai penutupan Assosiation - Asia-Eropa KTT Pemimpin Dunia.

C.               Latar Belakang
          Vanessa-Mae dilahirkan dari keluarga Thai, ayahnya (Varaprong Vanakorn, sekarang menjadi biarawan) dan ibunya bernama Pamela Tan. Setelah orang tuanya bercerai, maka ibunya menikah lagi dengan Graham Nicholson (seorang Inggris), kemudian keluarga ini pindah ke Inggris pada waktu Mae berusia 4 tahun, tetapi mereka berpisah beberapa tahun kemudian. Ia dibesarkan di London, dan mendapat pendidikan di Francis Holland School London.
            Vanessa-Mae, dilahirkan pada 27 Oktober 1978 di Singapura (kebetulan bersamaan dengan tanggal lahir pemain biola terkenal Niccolò Paganini, yang terpaut 196 tahun yaitu 27 Oktober 1782. Sekadar pengetahuan bagi Anda, Niccolo Paganini adalah seorang komposer dan pemain biola yang terkenal pada era klasik. Virtuoso biola kelahiran Italia ini tidak hanya kebetulan memiliki tanggal lahir yang sama, keduanya juga adalah pemain biola yang sangat berbakat. Niccolo Paganini terkenal dengan kendali pitch dalam memainkan biolanya.
            Darimana Vanessa memperoleh kemampuan cepat bermain biola tersebut? Tentu hal ini tidak ada hubungannya dengan tanggal lahir yang sama dengan Paganini karena pengenalan terhadap biola dimulai dari keluarganya sendiri. Sang ibu, Pamele Mae dan ayah tirinya Graham Nicholson lah yang saling mempengaruhi. Bila ibunya menuntut Vanessa belajar piano, maka ayah tirinya akan menantang Vanessa kecil untuk berlatih biola agar bisa bermain dengan sang ayah. Oleh karena itu, anugerah bertanggal lahir yang sama dengan Paganini hanya berbau kebetulan semata.
            Kejeniusan Vanessa-Mae dalam bermain biola sudah terlihat sejak kecil. Sejak berusia 3 tahun perempuan bernama lengkap Vanessa-Mae Vanakorn Nicholson ini sudah mulai bermain piano. Bukan hal yang aneh sebenarnya mengingat ibunya Pamela menguasai alat musik tersebut. Ketika Pamela bercerai dari suaminya Vorapong Vanakorn dan menikah dengan seorang pengacara berkebangsaan Inggris, Vanessa turut diboyong ke negara Ratu Elizabeth tersebut.
            Bila Vanessa mengenal piano dari sang ibu, pengenalan dengan alat musik biola berawal dari sang ayah tiri, Graham Nicholson. Pria Inggris ini mengajak Vanessa untuk bermain biola agar bisa menemaninya bermain. Oleh karena keluarga Nicholson berasal dari keluarga yang berkecukupan, perempuan yang menyukai coklat ini mendapatkan pendidikan dari sekolah yang berkualitas. Ia bersekolah di sekolah khusus wanita Francis Holland School, belajar privat kepada guru piano Ruth Nye, dan mengikuti pelatihan biola kepada Prof. Lin-Yao-Ji di Conversatoire of China.
            Sejak kecil, violinis yang pernah dekat dengan pembalap Jacques Villeneuve ini telah dikontrol oleh sang ibu. Pamela yang bersikap ambisius mengatur semua keperluan dan kegiatan anak perempuannya. “Selama bertahun-tahun saya dikendalikan oleh Ibu,” ujar violinis yang sekarang sedang dekat dengan Lionel Catelan ini. Selain melarang sang anak bepergian tanpa pengawal, sang ibu juga memilih teman-teman dan mengatur keuangannya. Hal yang lebih parah lagi adalah Vanessa bahkan tidak diperbolehkan mengiris roti karena takut anak perempuannya tersebut terluka.
            Pada awalnya perempuan yang memelihara empat anjing jenis Tibetian terriers ini mengerti akan keinginan ibunya dalam menentukan hal yang terbaik baginya. Akan tetapi, terbaik buat sang ibu belum tentu terbaik pula buat Vanessa. Sikap paranoid dan kekuasaan ibunya dalam mengontrol kehidupannya, lama-lama membuat Vanessa frustasi. Ekspresi kepasrahan tersebut diungkapkan dalam lagu White Bird yang menceritakan tentang burung yang terperangkap dalam sangkar emas. Tentu tidak butuh seorang psikolog terkenal untuk mengatakan bahwa lagu tersebut mencerminkan keadaan Vanessa yang sebenarnya. “Saya sangat suka lirik ini karena mengandung kebenaran. Hidup saya seperti sebuah sangkar, sebelum saya memutuskan bebas.”
            Kekuatan Pamela sebagai ibu dan manager (dikenal juga dengan istilah momager) sebenarnya tidak menyangka rasa sayang yang berlebihan akan mengakibatkan reaksi seperti itu. “Apabila misalnya Vanessa memulai karir pada saat usia 18 tahun, tentu saya tidak akan mendampinginya selalu. Akan tetapi, karena anak saya memulai karir di usia muda, maka saya sebagai ibu lah yang harus melindunginya dari pengaruh buruk,” ujar sang ibu. Untunglah perbedaan pendapat antara ibu dan anak ini tidak menyulut perseteruan yang berkepanjangan. Pamela menyadari bahwa sudah saatnya membiarkan sang anak menentukan apa yang ia mau tanpa ada intervensi dari sang ibu. Ketika kebebasan diberikan, Vanessa langsung mengganti tahun-tahun tersebut dengan bebas berteman, jalan-jalan, dan sesekali melakukan perjalanan berlibur. Perempuan ini bahkan menyewa sebuah flat di daerah Kensington, London dan sesekali saja berkunjung ke rumah sang ibu.
D.  Kehidupan
            Meski dianggap reinkarnasi Paganini, kelahiran Vanessa sama saja dengan proses kelahiran anak lainnya. Tidak, tentu saja Vanessa tidak langsung memainkan biola ketika ia lahir. Sama seperti orang lain, kemampuannya bermain biola tentu diawali dengan proses pengenalan, pembelajaran, sehingga akhirnya ahli memainkan alat musik berdawai tersebut. Satu hal yang membedakan adalah perempuan ini terlalu cepat ‘menelan’ pengetahuan yang didapatkannya sehingga predikat jenius disandang perempuan yang juga ahli berski ini. Kejeniusan perempuan yang menjadi salah satu wanita tercantik versi People Magazine tahun 1996 ini diakui pula oleh Profesor Felix Andrievsky, guru besar sekolah Royal College of Music. “Ia seperti lahir dengan biola di tangan. Saya pun cemburu melihat betapa mudahnya ia mempelajari komposisi musik klasik yang rumit,” ujar profesor tersebut. Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Michael Gough-Matthews. Pria yang pernah menjadi kepala sekolah saat Vanessa menuntut ilmu di Royal College of Music.
            Selain itu, pemain biola ini juga dikenal sering memainkan teknik staccato dan pizzicato (menggunakan jemari untuk memainkan biola) dalam permainannya. Melihat kemiripan antara keduanya, banyak yang percaya bahwa Vanessa-Mae sesungguhnya adalah titisan Niccolo Paganini tersebut. Bagi Anda percaya konsep reinkarnasi, boleh saja Anda mempercayai anggapan tersebut. Bila tidak, bukti-bukti prestasi yang ditorehkan Vanessa bisa meyakinkan Anda bahwa perempuan ini akan menjadi virtuoso biola terkenal abad ke-21.
Meski awalnya mempelajari piano dan biola, Vanessa akhirnya memutuskan untuk berkonsentrasi mempelajari biola. Ironisnya, keputusan ini diambil setelah wanita ini memperoleh penghargaan runner-up dari UK Young Pianist of The Year Competition. Untunglah, pilihan yang diambil perempuan ini tidak salah karena Vanessa bergabung dengan London Philharmonic Orchestra pada saat berusia 10 tahun. Penampilannya di Europe’s Schleswig-Holstein Festival mengundang decakan kagum penonton karena saat itu Vanessa yang masih berusia sepuluh tahun telah menjadi solis termuda yang pernah tampil dengan orkestra dan memainkan komposisi karya Mozart. Di tahun yang sama pula, Vanessa diundang untuk bergabung dalam Royal College of Music dan setahun kemudian menjadi satu-satunya siswa termuda yang meraih gelar The Profesional Diploma dari akademi tersebut.
            Meski selalu disebut-sebut sebagai anak jenius dalam dunia musik klasik, Vanessa sendiri menganggap keberhasilannya sebagai buah dari kerja keras. “Saat masih muda saya pikir ada sebuah pil yang bisa membuat kita bermain biola dengan baik. Saya sampai memohon kepada Ibu agar dibelikan pil tersebut. Ternyata pil semacam itu tidak ada, yang bisa membuat kita bermain lebih baik adalah kerja keras,” ujar violinis yang pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 50 Most Beautiful People versi People Magazine ini.
            Loyalitas Vanessa terhadap alat musik biola sendiri adalah karena perempuan ini telah jatuh cinta sejak kecil terhadap alat musik tersebut. Bahkan, bila anak perempuan bermain boneka, maka boneka Vanessa adalah biola. Ketika ia berusia 8 tahun, perempuan ini telah memutuskan untuk menjadikan biola sebagai profesi. “Orangtua saya mengatakan bahwa ada banyak tanggung jawab yang harus dipenuhi bila menjadikan ini sebagai karir, dan itu termasuk kerja keras,” ujar perempuan penyuka film The Jungle Book ini. Oleh sebab itu, proses yang dijalani Vanessa selanjutnya adalah kerja keras dan kedisiplinan. Setiap hari perempuan ini menjalani latihan tidak kurang dari delapan jam sehari. “Saya terbiasa bekerja karena ketika hasil kerja tersebut memuaskan, saat itulah saya merasa senang dan gembira karena telah berhasil melaksanakan misi,” ujar Vanessa.
            Mengapa Vanessa-Mae memilih biola?  Selain karena telah mempelajarinya sejak kecil, menurut Vanessa, biola adalah alat musik yang paling mirip dengan vokal manusia. “Suara yang dihasilkan biola sangat bervariasi dan ada emosi di dalamnya. Bisa membuat kita ingin menyanyi, menari, dan menangis. Bentuknya juga mirip dengan bentuk tubuh manusia. Itu yang membuat biola menjadi menarik karena suara dan fisiknya mirip sekali dengan manusia.”
            Sebagai pemain biola yang disebut-sebut jenius, Vanessa ternyata belum berpuas hati. Vanessa lalu mengeluarkan album musik klasiknya, Violin (1990), Kid’s Classics (1990), serta Tchaikovsky and Beethoven Concertos (1992). Ibunya yang juga bertindak sebagai personal manager mengurus keperluan promosi Vanessa. Tidak butuh waktu lama, Pamela bertemu dengan seorang promotor di dunia musik klasik bernama Mel Bush. Tahun 1994, pemain biola berbakat tersebut dikontrak oleh perusahaan rekaman EMI dan mengeluarkan album The Violin Player. Album yang kental dengan warna tekno, perpaduan musik tradisional dan modern, serta penggunaan biola listrik membuat album ini terdengar lebih pop dibandingkan dengan klasik.
            Ketika video klip single Toccata and Fugue disajikan dengan gambar Vanessa mengenakan baju basah dan berlokasi di pantai ternyata mengejutkan banyak orang. Hentakan permainannya yang penuh semangat dianggap para senior musik klasik sebagai langkah ‘memperkosa’ musik klasik. Kritikus menganggap adalah sangat disayangkan membuang bakat besar si violinis jenius ini demi angka penjualan dengan mengumbar promosi yang vulgar. Pihak yang lebih ekstrem bahkan berpendapat bahwa suksesnya album debut Vanessa tersebut hanya karena penampilan semata. Vanessa sendiri punya cara cerdik dalam menyikapi kritik tersebut. “Bila semua orang bisa meraih sukses di musik hanya dengan penampilannya, maka semua supermodel akan bisa membuat album yang menduduki puncak tangga lagu,” ujar violinis yang sering disebut dengan ‘Si Jimi Hendrix dengan biola ini. Hmm, nice argument!
Biola yang pernah/masih dipakai Vanessa adalah :
1.      Biola listrik ZETA Jazz Fusion 4 string model JV-44 (white) made in the USA.
            Biola ini dilengkap dengan individual string digital output yang memungkinkan penggunaan setiap string secara terpisah. Ted Brewer "Crossbow" electric violin. Biola ini digunakan pada saat produksi album Subject to Change (2001) dan setelah itu menjadi salah satu biola utama dan terlihat dalam setiap penampilannya. Biola ini adalah buatan tangan dan Vanessa memesannya secara khusus.
2.      Guadagnini violin, made in 1761.
            Biola Guadagnini dibelikan oleh orang tuanya pada lelang seharga £150,000 (Rp. 10 juta). Bila bermain akustik, Vanessa selalu mengenakan biola jenis ini. Orangtuanya membeli biola yang dibuat di Itali pada tahun 1761 tersebut. Meski sempat dicuri dari rumahnya pada tahun 1995, biola ini ditemukan polisi 2 bulan kemudian. Kemudian, biola ini pernah rusak dalam sebuah pertunjukan. Setelah diperbaiki secara tidak terduga biola ini bisa diperbaiki dan kembali seperti sedia kala.
3.      Hill violin, made in 1860.
            Inilah biola yang pertama kali digunakan oleh Vanessa-Mae.
            Meski dibesarkan di Inggris sejak berusia 3 tahun, Vanessa-Mae masih tetap memegang teguh adat ketimurannya. Pemain biola berambut panjang ini bahkan khusus merilis album China Girl yang merefleksikan kecintaannya terhadap budaya Cina. Album ini lahir dari rasa bersalah Vanessa atas ketidaktahuannya tentang budaya Cina. “Saat berumur 15 tahun, kakek saya meninggal dunia sehingga satu-satunya link yang menghubungkan saya dengan Cina telah tiada. Jadi, jalan untuk menuangkannya adalah dengan musik, ujar violinis berbakat ini tentang pembuatan album tersebut. Tidak heran Vanessa memiliki keterikatan yang kuat dengan negara asal ibunya ini. Salah satu perekatnya adalah karena violinis ini pernah berguru kepada Profesor Lin-Yao-Ji di Conversatoire of China di Beijing. Di negara tersebut, Vanessa mendalami biola selama beberapa bulan dan kemudian kembali ke Inggris.
            Meski hanya sebentar menikmati udara negara oriental tersebut, adat ketimuran yang selalu dipegang Vanessa membuat penyanyi ini diajak terlibat dalam perhelatan penyerahan Hongkong ke China. Tentu saja hal ini menjadi istimewa karena saat itu Vanessa menjadi satu-satunya orang non-warganegara Cina yang diundang tampil pada acara tersebut. Hubungan personal terhadap tanah oriental tersebut tercermin juga dalam kegiatannya sehari-hari. Satu hal yang mencengangkan adalah kepercayaannya terhadap ritual keberuntungan. Pemain biola ini selalu mencipratkan air di atas panggung sebelum ia tampil serta di beberapa tempat sekelilingnya. Bila tidak ada yang tahu tentang ritual ini, tentu orang akan langsung membersihkan lantai dari cipratan air, bukan? Semoga saja keberuntungan Vanessa-Mae tidak menghilang seiring dengan pembersihan itu.
            Pengakuan Vanessa dalam menganut beberapa adat ketimuran ternyata bertolak belakang dengan kehidupan a la Inggris yang dijalaninya. Sebagai wanita cantik dan menarik, ternyata violinis ini telah mengalami first kiss saat ia berusia… 3 tahun! “Saya masih tiga tahun waktu itu dan sekelas dengan Mark di pre-school. Dia memanggilku dengan sebutan little queenie. Saya yakin first kiss saya bersamanya. Definitely!” Wow, pasti berat mempertahankan adat ketimuran dalam lingkungan barat.
Kerja keras sejak kecil membuktikan Vanessa sangat berhasil di dunia musik klasik ini. Sukses ramuan konsep musik klasik yang enak dinikmati di era musik kontemporer ini membuat Vanessa dikenal sebagai perempuan pekerja dan berkemauan keras. Bila dahulu orang memandang sebelah mata terhadap musik minor tersebut, Vanessa sebagai pelopor membuktikan bahwa dengan musik klasik namanya harus di seluruh penjuru dunia. Tidak hanya itu saja, sukses di dunia musik klasik tidak menghentikan hasrat belajar perempuan berkebangsaan Inggris-Thailand ini. Rilis album terbarunya Choreography dibawah perusahaan rekaman Sony Music membuat Vanessa akan memiliki kesibukan terbaru dengan melakukan tur promosi ke seluruh penjuru dunia, termasuk negara Asia tentunya.
            Vanessa bereksperimen dengan menyelipkan vokal dalam beberapa komposisi musik yang dimainkan perempuan berambut panjang ini. Tidak tanggung-tanggung, Vanessa belajar vokal kepada Carrie Grant yang juga melatih vokal Will Young, Victoria Beckham, Charlotte Curch, dan Mel C. Selain itu, Vanessa juga sering diundang dalam peragaan busana perancang terkenal. Bahkan, dalam sebuah fashion show karya Jean-Paul Gaultier, perempuan ini tampil sebagai model di catwalk. Prestasinya sebagai atlet ski nasional Thailand membuktikan bahwa kiprah Vanessa masih akan kita nikmati Bila sudah memiliki keinginan serius, perempuan berbintang Scorpio ini pasti akan berusaha mencapainya. “Semoga Tuhan menjauhkan saya dari rasa puas, jika tidak saya tidak akan berkembang,” ujar perempuan penyuka jus jeruk ini. Jadi, bila perjalanan karir Vanessa adalah sebuah film, kita bukannya melihat tulisan the end saat akhir, melainkan.
Pengalaman Memalukan Vanessa
            “Dalam suatu pertunjukan di Skandinavia, saya lupa kapan tepatnya… yang pasti saat itu saya tidak mengenakan sepatu berhak tinggi, tetapi sepatu Doc Martins berhak rendah. Saya memutar dengan bertumpu pada satu kaki saat memainkan musik yang kencang. Tapi, oops… saya jatuh. Daripada malu, akhirnya saya melakukan ekspresi sakit seperti yang dilakukan badut saat adegan jatuh. Jadi penonton menyangka itu adalah lelucon dan bagian dari pertunjukan sehingga mereka bertepuk tangan. Sepertinya saya bisa beralih profesi menjadi aktris melihat kemampuan akting saya saat itu,” Vanessa-Mae mengaku sambil menertawakan dirinya sendiri.
            Sebagai artis, pebiola Vanessa-Mae Vanakorn-Nicholson dikenal multitalenta. Bakat lukis, tari, ski (sebagai atlet ski nasional Thailand), dan modelling juga dikembangkannya. Vanessa-Mae (VM) reguler melenggak di catwalk berbagai show rumah mode dunia. Yang terakhir, ia membawakan gaun pengantin Jean-Paul Gaultier bulan September kemarin.
Vanessa-Mae mulai belajar piano pada usia 3 tahun dan belajar biola pada usia 5 tahun (umumnya para musisi klasik dunia belajar pada usia 4-6 tahun).
Pada usia muda telah sering muncul di TV London, dan pada usia 13 tahun telah membuat rekaman Koncerto Biola ciptaan Tchaikowski dan Beethoven bersama Orkes Philharmoni (suatu prestasi luar biasa seperti umumnya pemain biola dunia yang muncul pada usia 11-13 tahun dengan memainkan repetoir standar yaitu Conerto Biola ciptaan Tchaikowski atau Beethoven dengan iringan orkes Philharmoni).
Vanessa-Mae muncul secara internasional pada Schleswig-Holstein Musik Festival di Jerman tahun 1988 (pada usia 10 tahun), dan sejak tahun 1988 muncul dengan Orkes Philharmoni di London.
Vanessa-Mae sejak usia remaja ia meninggalkan musik klasik ke musik pop-klasik dengan gaya yang menakjubkan. Ia bermain dalam album Janet Jackson yang berjudul The Velvet Rope di mana bermain biola solo pada lagu "Velvet Rope." Pada tahun 1995 (usia 17 tahun) ia mengeluarkan album pertama musik pop dengan judul The Violin Player.
Pada April 2006 (usia 28), Vanessa-Mae termasuk seniman muda yang kaya menurut daftar Sunday Times Rich List tahun 2006, sekitar £32 juta (Rp. 640 milyar) dari hasil main konser dan penjualan rekaman 10 juta kopi di dunia, sebagai pemain biola wanita termuda.
E.   Keunikan Vanessa Mae
            Keunikan Vanessa dalam musiknya yang paling utama adalah kemampuannya melepaskan diri dari atribut-atribut yang melekat selama ini. Di tangan Vanessa, musik klasik tidaklah identik dengan ekspresi serius dan busana resmi. Walau memainkan lagu karya Bach dalam sebuah konser, ia tidak melepaskan sepatu Doc Martens - sebuah ciri khas ABG (Anak Baru Gede) - di kakinya. Sepatu yang mirip sepatu tentara itu, ditambah busana ala disko di badannya, sungguh membuat para ABG yang selama ini jauh dari musik klasik memadati konser-konser Vanessa.
            "Saya memilih sendiri busana-busana untuk pertunjukan. Saya suka gaun-gaun ketat karya Gaultier atau Versace. Walau begitu, Doc Martens tidak pernah lepas dari kaki saya," kata Venessa pada sebuah wawancara dengan koran Singapura. Selain itu, Vanessa mampu pula lepas dari belenggu uang. Sungguh, seluruh keuntungan dari dua albumnya yang pertama disumbangkannya pada lembaga yang menangani kekerasan pada anak, The National Society of Prevention of Cruelty to Children. "Banyak anak tidak seberuntung saya. Saya tumbuh dalam keluarga yang cinta anak-anak.
            Pada usia 11 tahun saat kedua album itu beredar, sungguh saya belum perlu uang," katanya. Bagaimana dengan laba album-album berikutnya? "Itu lain. Saya ingin menikmatinya secara wajar," katanya tertawa. Kini dengan tiga biolanya, Vanessa memang merajalela di dunia musik. Biola pertamanya buatan empu biola Italia, Guadagnini, tahun 1761 dan kini bernilai nominal sekitar Rp 1,5 milyar. Biola kesayangannya ini dinamai Vanessa dengan nama "Gizmo". Biola akustiknya yang lain adalah buatan Hill, dari AS, berharga sekitar Rp 100 juta. Sedangkan yang banyak dipakainya di konser, biola elektrik berwarna putih, adalah biola dengan merek Zeta, buatan AS.
            Menikmati musik yang dimainkan Vanessa, kita tidak perlu melakukan "persiapan khusus" seperti akan menikmati konser. Anda tinggal mendengarkan sekaligus menikmati, karena oleh Vanessa segala musik dikeluarkannya dengan memikat tanpa terikat selera pendengar. Tidak heran jika banyak penggemar musik klasik yang mencela interpretasi Vanessa. Namun terhadap omongan-omongan sinis itu, Vanessa tidaklah berkecil hati. "Banyak yang merasa bahwa mereka (penggemar musik klasik) tahu tentang apa yang mereka nikmati. Namun sebenarnya, mereka hanya menikmati yang mereka tahu," katanya. Secara tidak langsung Vanessa mengatakan bahwa menikmati musik klasik mempunyai banyak sisi. Penjelasan Vanessa mungkin benar. Cobalah dengarkan rekaman-rekaman Vanessa.
            Dari musik-musik Bach yang rumit, sampai lagu Can, Can yang sering kita dengar sebagai latar belakang adegan kejar-kejaran dalam film kartun Walt Disney, muncul dengan indah dan seakan adalah lagu baru. Di panggung pun kita melihat gadis cantik yang tidak segan bergoyang-goyang dan lari ke sana kemari saat memainkan Bach, atau juga ngobrol akrab dengan penonton dalam aksen Inggris yang kental di sela-sela lagu I Will Always Love You-nya Dolly Parton dan Red Hot yang memang "hot". Walau begitu, Vanessa masih mempunyai sisi supranatural pula. Dalam setiap konsernya, ia mewajibkan diri untuk menginjak tumpahan air antara kamar ganti dan panggung. "Itu menambah keberuntungan saya," katanya.

F.    Vanessa Mae & Music
            Vanessa-Mae, seorang pemain biola muda, sekarang dua puluh empat, mengambil dunia dengan badai ketika ia hanya enam belas dengan rilis album 'pop' nya pertama: * The Violin Player *. Disebut-sebut sebagai "Prodigy Anak" banyak dalam komunitas Klasik bersemangat dengan bintang ini menarik baru yang sudah dirilis 3 Klasik CD ketika dia berumur 12 & 13, telah melakukan tur dengan orkestra dan berpartisipasi dalam penampilan banyak TV dengan penuh percaya diri profesional. Saat itu awal tahun 1995 ketika Vanessa sangat datang ke panggung musik dengan sangat sukses nya Pop CD, "Lalu Violin Player". Para elitis klasik yang terkejut yang ajaib mereka telah merilis sebuah "Pop" CD dikemas sebagai Klasik. Tetapi dunia segera jatuh Cinta dengan Vanessa dan merek nya Musik, campuran Klasik, Pop dan Jazz. Vanessa penonton terpesona dengan komposisi dan kepribadian karismatik. Vanessa juga berpakaian untuk membunuh menyebabkan kegemparan tambahan dari beberapa elitists klasik kolot, Tapi itu adalah penguasaan nya biola, yang meninggalkan pendengar dengan kagum.
            Selain dihormati dengan sejumlah penghargaan musik, tidak sedikit yang didambakan Nordoff Robbins Silver Clef Award Internasional, bergabung dengan daftar terkemuka dari pemenang sebelumnya, U2, INXS, Plant dan Page, Bryan Adams, dan AC / DC, dia juga telah mandi dengan tak terduga non-musik penghargaan. Dia adalah orang termuda yang pernah diundang untuk menangani tahun Oxford Union 172, dan People Magazine di USA memilih salah satu nya dari 50 orang yang paling indah di dunia.
            Pada akhirnya, itu adalah menjual rekaman multi-juta-nya yang pertama kali dibuat namanya rumah tangga di seluruh dunia. Orang termuda di dunia untuk merekam dua karya concerto Beethoven dan Tchaikovsky, ia bergabung dengan EMI pada tahun 1994 dan dengan dua rilis untuk label, menjadi yang terbaik-menjual artis baru di seluruh dunia.
            Dengan sukses fenomenal Album Klasik 1 ia menjadi klasik jual artis-tercepat yang pernah, dan awrded Klasik Jual Artist 'tahun 1997 World Music' Penghargaan Terbaik untuk-. The Classical Album 2 - China Girl, continued this trend, entering the charts at No.1 immediately upon its release. Album Klasik 2 - China Girl, lanjut tren ini, memasuki lagu di No.1 segera setelah rilis.
            Debut album pop Pemain Violin yang membuat terobosan baru dengan kemudian baru konsep akustik fusi biola-musik techno, adalah instrumental pop album debut paling sukses yang pernah, charting di lebih dari 25 negara.  Sejak itu dia telah pergi untuk menjual lebih dari empat album jutaan dunia luas, terus carrer unik dual-nya. This tour is created around Storm, her recently released second pop album. Wisata ini dibuat sekitar Storm, merilis album pop kedua baru-baru ini dia.
            Mae masa depan rekaman-rencana Vanessa termasuk versi lama ditunggu-nya Season "Vivaldi" Empat ditambah dengan Tartini's "The Devil's Trill" serta re-release selama bertahun-tahun mendatang dua dari pertama tiga album klasik menakjubkan semua dicatat oleh usia 13.

  
G.  Album terbaru Vanessa Mae
            Dengan meramu konsep musik klasik yang sangat enak dinikmati di era musik kontemporer, dua buah album yang telah dirilis sebelumnya, "Storm" dan "Violin" "Player", ludes terjual hingga 8 juta kopi dan mengantungi lebih dari 40 platinum. Dan kini, Vanessa kembali merilis album ketiganya dibawah label Sony Classical. Sebuah album bertajuk "Choreography".
            "Choreography" merupakan telah seorang Vanessa Mae terhadap musik klasik dengan tetap mempertahankan cita rasa modern untuk dinikmati oleh para penikmat musik di dunia,” seru Rob Dickins yang bertindak sebagai konsultan di album ini. Album "Choreography" adalah karya yang mengagumkan. Terinspirasi oleh alunan dan detak budaya musik dance, pengembaraan tango khas Argentina hingga tribal dance dari Afrika, berujung pada kompleks dan mistisnya musik India dengan tarian perutnya.
            Pemenang Oscar Vangelis (‘Chariots of Fire’, ‘1492’), komposer yang juga produser asal Irlandia Bill Whelan(‘Riverdance’) dan komposer yang terkenal dengan komposisi ‘The Queen Symphony’ Tolga Kasief, serta seorang komposer muda berbakat asal Eropa Walter Taieb adalah beberapa nama yang tercatat ikut serta mengerjakan album ini. Tak ketinggalan juga komposer film dan produser paling sukses dari India, AR Rahman(‘Bombay Dreams’). Komposer-komposer besar tersebut didukung oleh Royal Philharmonic Orchestra bersama Vanessa mengerjakan bebunyian yang fantastis dari bermacam style musik tradisional dari segara penjuru belahan bumi demi album "Choreography" ini.
            Simak saja komposisi yang mengagumkan dari “Sabre Dance”. Diaransemen oleh Tolga Kashif, seorang komposer yang pernah mengerjakan The Queen Symphony – material lagu yang pernah dirilis di EMI ditahun 2002. “Aku ingin Sabre Dance menjadi gubahan bernilai seni tinggi. Diawal lagu ini, aku sengaja membuatnya sedikit misterius dan mengejutkan. Sehingga ketika kamu mendengarkannya pertama kali, kamu tak akan mengira jika ini adalah Sabre Dance!” papar Vanessa mengenai single pertama dari album ini dengan bersemangat.
            Lahir di Singapura dan menuntaskan pendidikan di London’s Royal Collage of Music, dimana Vanessa Mae memulai karirnya sebagai ‘traditional "Violin" virtuoso’. Vanessa Mae mengguncang chart-chart di belahan dunia dengan keunikan musik klasik yang dibawanya di tahun 1995. Kala itu ia baru saja beranjak remaja. Bakat musiknya berkembang sangat mengagumkan diusianya yang muda. Vanessa mulai tampil memainkan biola saat berusia 5 tahun dan lima tahun kemudian membuat para penonton di “Europe’s Schleswig-Holstein Festival” tercengang melihat penampilannya yang mengagumkan. Di tahun 1992, ia menjadi solois pertama dan termuda untuk tampil dengan orkestra yang memainkan komposisi karya Mozart dalam sebuah tour di Timur Tengah.
            Vanessa Mae adalah figur unik dalam dunia musik. Dengan bermacam pengalamannya termasuk kehormatan untuk menjadi artis internasional pertama yang tampil di “The South African Township Of Soweto”, tampil dalam rangka memperingati Peringatan 250 tahun wafatnya JS Bach di London’s St James’s Palace dan tampil pada upacara pembukaan Winter Olympics 2002 di Salt Lake City.
            Salah satu dari wanita yang karirnya cemerlang didunia musik saat ini, Vanessa Mae dinobatkan sebagai salah satu dari “50 Most Beautiful People” di dunia oleh People Magazine dan satu dari “World’s Most Beautiful Women” oleh FHM. Dia juga menjadi sensasi saat “Fashion Week” di Paris ketika ia tampil menjadi model untuk gaun pengantin karya Jean-Paul Gaultier. Dipentas yang sama tersebut, ia juga tampil sebagai “impromptu” dengan kepiawaiannya memainkan biola.
Vanessa Mae direncanakan akan tampil membawakan lagu-lagu dalam album "Choreography" ini dalam sebuah perhelatan konser akbar. Bertempat di London’s Royal Festival Hall pada tanggal 21 Oktober nanti. Konser ini akan menjadi sebuah sejarah bagi karir seorang "Violin" phenomenon, Vanessa Mae.

- Just Share - :) by : mayzchan

Senin, 26 September 2011

Belajar CSS bagian 1

Hai guys.... rasanya sudah lama sekali yah saya meninggalkan blog ini *lebay* :) Sekarang saya ingin aktif nge-blog lagi karena kebetulan nih di kampus lagi diajarin cara membuat blog dengan menggunakan HTML, CSS, JQuery dan PHP ^o^

Pastinya udah pada ga sabar kan, langsung aja yuk kita masuk ke materi yang pertama, yaitu cara membuat blog statis menggunakan HTML dan CSS :) Enjoy this guys :P

CSS BOX Model


Box Model merupakan pondasi dari CSS untuk menentukan bagaimana elemen-elemen akan ditampilkan, batasan tertentu untuk menampilkan elemen dan bagaimana elemen berinteraksi satu sama lain. Tiap elemen dalam halaman web dianggap menjadi kotak persegi panjang yang memiliki area content, padding, border dan margin.

Dalam CSS, property width dan Height mengacu pada width dan height dari Content
area. Ketika kita menambahkan padding, border, maupun margins bukan berarti width dan
height dari sebuah elemen akan tetap seperti yang tertulis dalam property css (content area),
melainkan akan menambahkan ukuran keseluruhan dari box element.

Terdapat perbedaan cara pandang antara W3C Box model dengan IE box model. IE tidak
mengikuti standar box model W3C. Browser IE menganggap property Width adalah total
penjumlahan dari area content, padding, dan border. Semakin besar padding atau border yang
kita berikan maka semakin kecil area content-nya.

Contoh Penerapan CSS box model :